Profil Desa Kawunghilir
Mengenal lebih dekat sejarah, visi-misi, struktur pemerintahan, dan lembaga-lembaga yang ada di Desa Kawunghilir.
Jejak Perjuangan di Tanah Kawunghilir
Sejarah Desa Kawunghilir tidak dapat dipisahkan dari semangat perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Wilayah ini menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa heroik perlawanan rakyat Majalengka terhadap penjajah.
Salah satu peristiwa paling dikenang adalah Pertempuran di Tanjakan Kawunghilir pada 9 September 1947. Pasukan TNI bersama pejuang lokal dengan gagah berani menghadang konvoi tentara Belanda menggunakan taktik jebakan bom di tepi jurang.
Tonggak Sejarah & Situs Penting
Tugu Perjuangan Sindangkasih
Diresmikan pada 17 November 1987, reliefnya menggambarkan berbagai peristiwa perjuangan rakyat Majalengka.
Pertempuran Tanjakan Kawunghilir
9 September 1947, aksi heroik penghadangan konvoi lapis baja Belanda.
Kolam Sang Raja
Diperkirakan ada sejak 1819, dulunya tempat pemandian bangsawan.
Arah Pembangunan Desa
Visi Desa
"Terwujudnya Desa Kawunghilir yang RAMAH (Religius, Aman, Maju, Asri, dan Harmonis)."
Religius: Kondisi lingkungan sosial yang terjalin harmonis antara seluruh lapisan masyarakat.
Aman: Pemerintahan yang memenuhi standar pelayanan administrasi, keamanan, dan kemasyarakatan.
Maju: Kehidupan masyarakat yang memenuhi standar kelayakan pendidikan, kesehatan, dan mata pencaharian.
Asri: Kondisi lingkungan hidup yang bersih, indah, nyaman, dan lestari.
Harmonis: Silaturahmi yang baik antara berbagai kalangan tanpa membedakan status sosial.
Misi Desa
Kondisi Geografis dan Kependudukan
Kondisi Geografis
Lokasi Batas Wilayah
- Utara: Desa Tajur
- Selatan: Desa Kawunggirang
- Timur: Desa Tajur
- Barat: Desa Kulur
Data Geografis
- Topografi: Dataran Tinggi/Pegunungan
- Luas Wilayah: 77 Ha
- Iklim: Tropis Basah
- Suhu Rata-rata: 25-30°C
Penggunaan Lahan
46 Ha
Sawah
3.19 Ha
Perkebunan
20 Ha
Pemukiman
7.81 Ha
Lainnya
Data Demografi
Total Penduduk
845
Kepala Keluarga
313
Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Sarana dan prasarana penunjang kehidupan masyarakat Desa Kawunghilir.
Prasarana Jalan
- Jalan Aspal: 1.45 km (Baik) & 0.88 km (Rusak)
- Jalan Beton: 0.50 km (Baik) & 0.88 km (Rusak)
Air Bersih & Sanitasi
- Sumur Gali: 105 unit
- Sumur Pompa: 30 unit
- MCK Umum: 1 unit
- Jamban Keluarga: 314 KK
Fasilitas Pendidikan
- Play Group / PAUD: 1 unit
- Sekolah Dasar (SD): 1 unit
- Madrasah / DTA: 1 unit
Fasilitas Kesehatan
- Posyandu: 1 unit
- Poskesdes: 1 unit
Sarana Ibadah
- Masjid: 1 unit
- Mushola: 5 unit
Sarana Olahraga
- Lapangan Voli: 1 lapangan
- Lapangan Bulutangkis: 3 lapangan
Pemerintahan Desa Kawunghilir
Kepala desa dan perangkat desa yang melayani masyarakat.
Hj. Yosa Novita
Periode: 2021 - -0001
"Bersama membangun desa yang RAMAH, transparan, dan berdaya saing melalui inovasi teknologi digital dan pemberdayaan masyarakat."
Maman Surahman
"Mengelola administrasi dan kesekretariatan desa dengan profesional dan bertanggung jawab."
Perangkat Desa
Muhammad Januar Prihatna, S.Pd.
Kepala Urusan Tata Usaha & Umum
Nofian Hafiansah
Kepala Urusan Keuangan
Rudiyanto
Kepala Urusan Perencanaan
Dede Hapidin
Kepala Seksi Pelayanan
Agung Sumbada
Kepala Seksi Kesejahteraan
Gery Guswan, S.I.Kom.
Kepala Seksi Pemerintahan
Lembaga Kemasyarakatan Desa
Berbagai lembaga yang mendukung pembangunan dan kemajuan desa.
BPD
Badan Permusyawaratan Desa
Lembaga legislatif desa yang menyalurkan aspirasi masyarakat.
LPM
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat
Menyusun rencana pembangunan partisipatif dan menggerakkan gotong royong.
PKK
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga
Memberdayakan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Karang Taruna
Organisasi Kepemudaan
Wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh atas dasar kesadaran sosial.
BUMDes
Badan Usaha Milik Desa
Badan usaha yang modalnya dimiliki oleh desa untuk kesejahteraan desa.
Kelompok Tani
Wadah Petani Desa
Organisasi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
MUI Desa
Majelis Ulama Indonesia
Lembaga keagamaan yang memberikan bimbingan kepada umat Islam.
Lembaga Adat
Pelestari Budaya
Menjaga dan melestarikan adat istiadat serta kearifan lokal desa.